Skip to main content

Licorice Extract: Kandungan Brightening Klasik yang Lagi Naik Daun Lagi, Ini Cara Kerja dan Rekomendasinya

Kalau niacinamide dan vitamin C udah jadi "wajib ada" di rak skincare orang Indonesia, sekarang giliran satu kandungan lama yang lagi naik daun lagi: licorice extract (ekstrak akar manis, Glycyrrhiza glabra ). Bukan kandungan baru sebenarnya — licorice udah dipakai di skincare Korea dan Jepang puluhan tahun — tapi belakangan makin banyak brand lokal yang pasang bahan ini di depan kemasan, dari serum brightening sampai face wash harian. Yang bikin licorice menarik dibahas: dia sering muncul sebagai "pemain pendukung" di belakang niacinamide, kojic acid, atau tranexamic acid, padahal justru senyawa aktif di dalamnya — glabridin — punya mekanisme pencerahan yang di beberapa studi disebut setara bahkan lebih baik dari hydroquinone, si gold standard pencerah kulit yang kontroversial itu. Soal klaim ini kita bedah pelan-pelan di bawah, karena seperti biasa, devil is in the details (baca: konsentrasi dan kualitas ekstrak). Artikel ini bakal fokus ke SATU pertanyaan: ...

Licorice Extract: Kandungan Brightening Klasik yang Lagi Naik Daun Lagi, Ini Cara Kerja dan Rekomendasinya

Kalau niacinamide dan vitamin C udah jadi "wajib ada" di rak skincare orang Indonesia, sekarang giliran satu kandungan lama yang lagi naik daun lagi: licorice extract (ekstrak akar manis, Glycyrrhiza glabra). Bukan kandungan baru sebenarnya — licorice udah dipakai di skincare Korea dan Jepang puluhan tahun — tapi belakangan makin banyak brand lokal yang pasang bahan ini di depan kemasan, dari serum brightening sampai face wash harian.

Yang bikin licorice menarik dibahas: dia sering muncul sebagai "pemain pendukung" di belakang niacinamide, kojic acid, atau tranexamic acid, padahal justru senyawa aktif di dalamnya — glabridin — punya mekanisme pencerahan yang di beberapa studi disebut setara bahkan lebih baik dari hydroquinone, si gold standard pencerah kulit yang kontroversial itu. Soal klaim ini kita bedah pelan-pelan di bawah, karena seperti biasa, devil is in the details (baca: konsentrasi dan kualitas ekstrak).

Artikel ini bakal fokus ke SATU pertanyaan: licorice extract ini beneran kerja atau cuma bahan "pemanis" di ingredient list biar kemasan kelihatan sains-y? Kita bongkar cara kerjanya, cara pakai yang benar, sampai rekomendasi produk lokal yang benar-benar mengandung licorice dalam jumlah yang masuk akal.

Apa itu Licorice Extract?

Licorice extract adalah ekstrak dari akar tanaman Glycyrrhiza glabra (licorice/akar manis), tanaman legum yang tumbuh di sekitar Mediterania, Timur Tengah, sampai Asia Tengah. Dalam skincare, licorice root extract mengandung beberapa senyawa aktif utama:

  • Glabridin — komponen utama di fraksi hidrofobik (larut minyak) licorice, ini yang paling banyak diteliti untuk efek pencerah kulit.
  • Liquiritin — membantu mendispersikan (menyebarkan) melanin yang sudah terbentuk, jadi bekerja beda dari glabridin yang mencegah pembentukan melanin baru.
  • Glycyrrhizin — komponen anti-inflamasi utama, sering dipakai untuk meredakan kemerahan dan iritasi.
  • Licochalcone A — senyawa flavonoid dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan.

Mekanisme Kerja: Kenapa Bisa Mencerahkan?

Mekanisme utama glabridin adalah sebagai tyrosinase inhibitor. Tyrosinase adalah enzim kunci yang mengubah asam amino tirosin menjadi melanin lewat serangkaian reaksi oksidasi. Dengan menghambat enzim ini, glabridin memutus produksi melanin baru di sumbernya — mirip cara kerja arbutin atau kojic acid, tapi lewat jalur yang sedikit berbeda.

Studi pada marmot (guinea pig) menunjukkan aplikasi topikal glabridin 0,5% bisa menghambat pigmentasi akibat paparan UVB. Beberapa penelitian bahkan menyebut licorice sebagai salah satu agen pencerah paling aman dengan efek samping paling minim dibanding hydroquinone — meski perlu dicatat, perbandingan "lebih efektif dari hydroquinone" ini berasal dari studi terbatas dan konteks konsentrasi tertentu, bukan klaim universal yang berlaku di semua produk komersial.

Satu hal penting yang jarang disorot: kadar glabridin dalam ekstrak licorice komersial itu SANGAT bervariasi — ada yang cuma mengandung 4% glabridin, ada yang sampai 40%. Produk dengan ekstrak licorice "murah" biasanya kadar glabridinnya rendah, sehingga efek pencerahannya juga jauh lebih lemah dibanding yang pakai ekstrak terstandarisasi tinggi. Masalahnya, mayoritas label produk konsumen nggak mencantumkan persentase glabridin, cuma nulis "Licorice Extract" atau "Glycyrrhiza Glabra Root Extract" di ingredient list — jadi sebagai konsumen kita nggak selalu bisa tahu seberapa "kuat" ekstrak yang dipakai.

Manfaat Lain di Luar Mencerahkan

  • Anti-inflamasi — licochalcone A dan glycyrrhizin membantu meredakan kemerahan, cocok untuk kulit dengan rosacea ringan atau kemerahan pasca jerawat (PIE).
  • Antioksidan — glabridin juga berfungsi sebagai scavenger radikal bebas, membantu melindungi kulit dari kerusakan oksidatif akibat polusi dan sinar UV.
  • Menenangkan kulit sensitif — sering dikombinasikan dengan centella atau panthenol untuk formula yang ditujukan ke kulit reaktif.
  • Kontrol minyak ringan — beberapa formula mengklaim licorice membantu regulasi produksi sebum, meski bukti untuk klaim ini masih lebih tipis dibanding efek brightening-nya.

Cara Pakai yang Benar

Licorice extract termasuk kandungan yang relatif gentle dan fleksibel, jadi cara pakainya nggak serumit retinol atau AHA/BHA konsentrasi tinggi. Tapi tetap ada urutan yang bikin hasilnya lebih optimal:

  • Pagi & Malam: Licorice extract umumnya aman dipakai dua kali sehari karena sifatnya yang menenangkan, bukan mengeksfoliasi. Gunakan setelah cleansing dan toner, sebelum moisturizer.
  • Urutan aplikasi: Cleanser → Toner → Serum licorice (atau serum licorice+niacinamide/tranexamic acid) → Moisturizer → Sunscreen (pagi).
  • Patch test dulu selama 24-48 jam di area rahang atau belakang telinga sebelum pemakaian rutin, terutama kalau kulitmu gampang breakout atau sensitif terhadap formula baru.
  • Sunscreen itu wajib — karena tujuan utamanya mencerahkan dan mencegah pigmentasi baru, licorice extract percuma kalau nggak dibarengi SPF. UV exposure yang nggak terproteksi akan terus memicu produksi melanin baru, jadi usaha brightening-nya jalan di tempat.

Kombinasi yang Aman

  • Licorice + Niacinamide — kombinasi paling umum dan aman, saling memperkuat efek brightening dan menenangkan kulit.
  • Licorice + Vitamin C — bisa dikombinasikan, licorice membantu meredakan potensi iritasi ringan dari vitamin C turunan asam askorbat.
  • Licorice + Tranexamic Acid — kombinasi populer di produk lokal untuk menangani melasma dan PIH, keduanya sama-sama minim iritasi.
  • Licorice + Centella/Panthenol — cocok untuk kulit sensitif yang butuh brightening tapi nggak mau risiko iritasi.

Kombinasi yang Perlu Hati-Hati

  • Licorice + AHA/BHA/Retinol konsentrasi tinggi — bukan berarti nggak boleh, tapi kalau dipakai bersamaan di waktu yang sama berpotensi meningkatkan sensitivitas kulit. Lebih aman dipisah pagi-malam atau selang-seling hari.
  • Produk dengan banyak active lain sekaligus — licorice sering dikombinasikan dalam satu produk dengan kojic acid, glycolic acid, dsb (seperti beberapa produk di bawah). Kalau kamu baru mulai, mulai dari frekuensi rendah (2-3x seminggu) dulu sebelum naik ke pemakaian harian.

Rekomendasi Produk

Berikut produk lokal yang mengandung licorice extract dalam formula yang jelas dan sudah banyak dipakai pasar Indonesia:

1. Avoskin Your Skin Bae Serum Kojic Acid 1% + Glycolic Acid + Soybean + Licorice

Serum brightening dengan kombinasi Kojic Acid 1%, Glycolic Acid 0,5%, soybean ferment extract, dan Glycyrrhiza Uralensis Root Extract 0,3%. Ditujukan untuk mencerahkan kulit kusam akibat paparan sinar matahari dan menyamarkan bintik hitam. Karena ada kojic acid dan glycolic acid, cocok dipakai malam hari dan wajib sunscreen esok paginya.

Beli di: Shopee | Tokopedia

2. Avoskin Your Skin Bae Serum Tranexamic Acid 3% + Glycolic Acid + Cranberry + Licorice

Varian lain dari lini Your Skin Bae, fokus ke Tranexamic Acid 3% dikombinasikan dengan cranberry extract dan licorice 0,3%. Diformulasikan untuk menyamarkan PIH dan PIE (kemerahan pasca jerawat), sekaligus menenangkan kulit yang sedikit teriritasi. Cocok untuk yang kulitnya sensitif terhadap kojic acid tapi tetap butuh efek brightening.

Beli di: Shopee | Tokopedia

3. Hanasui Power BrightExpert Serum

Serum dengan Niacinamide 10%, Chromabright®, Licorice Extract, dan teknologi Fision® GlowPlex. Diformulasikan tanpa alkohol, parfum, paraben, dan SLS sehingga relatif ramah untuk kulit sensitif-kombinasi. Harganya masuk kategori sangat terjangkau untuk segmen brightening serum lokal.

Beli di: Shopee | Tokopedia

4. Emina Water Bright Glow Gel

Pelembap bertekstur watery-gel dengan Niacinamide, Bisabolol, Jojoba Esters, Allantoin, dan Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract. Ditujukan untuk hidrasi ringan sambil membantu bahan aktif lain menyerap lebih baik — cocok dipakai sebagai moisturizer harian untuk kulit berminyak-kombinasi yang nggak suka tekstur berat.

Beli di: Shopee | Tokopedia

5. Whitelab Niacinamide 10% Intense Brightening Serum

Meski nama produknya menonjolkan niacinamide, formula ini juga memasukkan HyaluComplex-10 dan marine collagen untuk hidrasi plus licorice-type brightening support dalam kombinasi bahan pencerahnya. Harga sangat terjangkau dan mudah ditemukan di marketplace serta e-commerce kecantikan lokal.

Beli di: Shopee | Tokopedia

Perbandingan Produk

Produk Kandungan Utama Fokus Manfaat Cocok Untuk
Avoskin YSB Kojic Acid + Licorice Kojic Acid 1%, Glycolic Acid, Licorice 0,3% Mencerahkan & meratakan warna kulit Kulit kusam akibat sun damage
Avoskin YSB Tranexamic + Licorice Tranexamic Acid 3%, Cranberry, Licorice 0,3% Menyamarkan PIH/PIE, menenangkan Kulit sensitif dengan bekas jerawat
Hanasui Power BrightExpert Serum Niacinamide 10%, Chromabright®, Licorice Brightening intensif, budget friendly Kulit kombinasi-sensitif, budget terbatas
Emina Water Bright Glow Gel Niacinamide, Bisabolol, Licorice Hidrasi ringan + support brightening Kulit berminyak-kombinasi
Whitelab Niacinamide Brightening Serum Niacinamide 10%, HyaluComplex-10, Marine Collagen Brightening + hidrasi Pemula, budget sangat terbatas

FAQ

1. Apakah licorice extract aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Secara topikal (dioles ke kulit), licorice extract umumnya dianggap aman untuk ibu hamil dan menyusui karena bukan golongan retinoid atau asam keras. Tapi tetap konsultasikan ke dokter kandungan atau dokter kulit kalau ada keraguan, terutama jika produk mengandung bahan aktif lain seperti tranexamic acid dosis tinggi.

2. Berapa lama hasil brightening dari licorice extract mulai terlihat?

Umumnya butuh pemakaian konsisten 4-8 minggu untuk melihat perubahan yang terasa, karena mekanismenya mencegah pembentukan melanin baru dan mempercepat pergantian sel kulit — bukan efek instan seperti produk whitening yang mengandung bahan keras.

3. Licorice extract vs niacinamide, pilih yang mana?

Keduanya bukan kompetitor, justru saling melengkapi. Niacinamide bekerja lewat jalur yang berbeda (menghambat transfer melanosom) sementara licorice menghambat produksi melanin di sumbernya (tyrosinase). Banyak produk sengaja mengombinasikan keduanya untuk efek sinergis.

4. Apakah licorice extract bisa menggantikan hydroquinone?

Beberapa studi terbatas menyebut glabridin (komponen licorice) berpotensi sebanding atau lebih baik dari hydroquinone dalam kondisi tertentu, tapi ini bukan generalisasi untuk semua produk komersial — apalagi hydroquinone di Indonesia termasuk bahan dengan regulasi ketat dan harus pakai resep dokter untuk konsentrasi tertentu. Untuk kasus hiperpigmentasi berat atau melasma, tetap konsultasikan ke dokter kulit.

5. Kenapa persentase licorice di ingredient list sering kecil (0,3%)?

Karena glabridin itu golongan bahan aktif yang efektif di kadar rendah dan larut dalam propylene glycol/butylene glycol, bukan air — jadi dosis efektifnya memang nggak perlu setinggi niacinamide. Rentang 0,1%-0,5% dalam formulasi dianggap sudah cukup untuk memberikan efek, asal kualitas ekstraknya bagus.

Licorice extract adalah salah satu contoh kandungan "klasik yang kembali tren" — bukan hype kosong, karena mekanisme ilmiahnya memang ada dan cukup solid untuk brightening ringan-menengah plus efek menenangkan. Tapi seperti kebanyakan active ingredient lain, hasil akhirnya sangat bergantung pada kualitas ekstrak dan konsistensi pemakaian, bukan cuma nama kandungan yang tertulis di kemasan.

Tulisan ini bersifat riset & informasi umum, bukan saran medis. Konsultasikan ke dokter kulit untuk kebutuhan spesifik kulitmu.

Comments

Popular posts from this blog

Azelaic Acid: Kandungan Skincare yang Lagi Naik Daun untuk Jerawat, Kemerahan, dan Bekas Jerawat

Kalau kamu sering scroll TikTok atau Shopee Live seputar skincare, mungkin kamu udah nggak asing lagi sama niacinamide, salicylic acid, atau retinol. Tapi ada satu kandungan yang belakangan makin sering muncul di rak skincare lokal maupun luar, meski namanya masih kalah populer: azelaic acid. Kandungan ini bahkan sering "disamarkan" dengan nama turunannya seperti Potassium Azeloyl Diglycinate atau Azeclair di beberapa produk lokal, jadi banyak yang sebenarnya sudah pakai tanpa sadar. Azelaic acid ini menarik karena klaimnya lumayan "serba bisa" — bisa membantu jerawat, bisa mencerahkan bekas jerawat (PIH), bisa meredakan kemerahan, bahkan dipakai di dunia medis untuk rosacea. Buat kamu yang kulitnya sensitif dan sering "nggak cocok" sama BHA atau retinol karena perih dan mengelupas, azelaic acid sering direkomendasikan sebagai alternatif yang lebih ramah. Tapi seberapa jauh klaim ini didukung riset, dan gimana cara pakainya yang benar supaya nggak salah ...

Retinol untuk Pemula: Kandungan Anti-Aging Lagi Ngetren di Skincare Lokal, Ini Cara Pakai yang Benar Biar Nggak Purging Parah

Kalau kamu scroll TikTok atau Instagram beauty content creator Indonesia belakangan ini, pasti sering lihat kata "retinol" muncul terus. Mulai dari klaim bisa menyamarkan garis halus, mengecilkan pori, sampai bikin kulit lebih kenyal dan glowing. Nggak heran, brand lokal seperti Somethinc, Skintific, Avoskin, sampai Wardah berlomba-lomba merilis serum retinol dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding produk luar negeri. Tapi di balik hype-nya, retinol termasuk kandungan aktif yang paling sering salah dipakai. Banyak pemula yang kulitnya jadi merah, perih, mengelupas parah, bahkan "purging" berkepanjangan karena terlalu semangat pakai retinol setiap malam sejak hari pertama. Padahal kalau dipakai dengan cara yang benar, retinol justru salah satu kandungan paling well-researched di dunia skincare dengan bukti klinis paling kuat untuk anti-aging. Di artikel ini kita bakal bahas tuntas: apa sebenarnya retinol itu, gimana cara kerjanya di kulit, cara pakai ya...

Ceramide untuk Skin Barrier Rusak: Kandungan yang Lagi Dicari Kulit Kering dan Sensitif

Kalau belakangan ini kamu sering lihat kata "ceramide" nempel di kemasan moisturizer, serum, bahkan sabun cuci muka — itu bukan kebetulan. Ceramide lagi jadi salah satu kandungan yang paling banyak dicari orang Indonesia yang berjuang sama skin barrier rusak, kulit kering mengelupas, atau iritasi gara-gara over-exfoliating. Brand lokal kayak Skintific, Somethinc, sampai The Originote pun ramai-ramai keluarin varian "barrier repair" berbasis ceramide. Bedanya sama kandungan aktif lain kayak niacinamide atau salicylic acid, ceramide ini kerjanya bukan "menyerang" masalah kulit, tapi lebih ke "membangun ulang" struktur kulit dari dalam. Makanya banyak dermatolog nyaranin ceramide sebagai kandungan wajib buat siapa aja yang kulitnya lagi sensitif, kering, atau baru selesai treatment agresif kayak retinol, chemical peeling, atau laser. Di artikel ini kita bakal bahas tuntas: apa sebenarnya ceramide, gimana cara kerjanya secara ilmiah, cara pakai y...