Licorice Extract: Kandungan Brightening Klasik yang Lagi Naik Daun Lagi, Ini Cara Kerja dan Rekomendasinya
Kalau niacinamide dan vitamin C udah jadi "wajib ada" di rak skincare orang Indonesia, sekarang giliran satu kandungan lama yang lagi naik daun lagi: licorice extract (ekstrak akar manis, Glycyrrhiza glabra). Bukan kandungan baru sebenarnya — licorice udah dipakai di skincare Korea dan Jepang puluhan tahun — tapi belakangan makin banyak brand lokal yang pasang bahan ini di depan kemasan, dari serum brightening sampai face wash harian.
Yang bikin licorice menarik dibahas: dia sering muncul sebagai "pemain pendukung" di belakang niacinamide, kojic acid, atau tranexamic acid, padahal justru senyawa aktif di dalamnya — glabridin — punya mekanisme pencerahan yang di beberapa studi disebut setara bahkan lebih baik dari hydroquinone, si gold standard pencerah kulit yang kontroversial itu. Soal klaim ini kita bedah pelan-pelan di bawah, karena seperti biasa, devil is in the details (baca: konsentrasi dan kualitas ekstrak).
Artikel ini bakal fokus ke SATU pertanyaan: licorice extract ini beneran kerja atau cuma bahan "pemanis" di ingredient list biar kemasan kelihatan sains-y? Kita bongkar cara kerjanya, cara pakai yang benar, sampai rekomendasi produk lokal yang benar-benar mengandung licorice dalam jumlah yang masuk akal.
Apa itu Licorice Extract?
Licorice extract adalah ekstrak dari akar tanaman Glycyrrhiza glabra (licorice/akar manis), tanaman legum yang tumbuh di sekitar Mediterania, Timur Tengah, sampai Asia Tengah. Dalam skincare, licorice root extract mengandung beberapa senyawa aktif utama:
- Glabridin — komponen utama di fraksi hidrofobik (larut minyak) licorice, ini yang paling banyak diteliti untuk efek pencerah kulit.
- Liquiritin — membantu mendispersikan (menyebarkan) melanin yang sudah terbentuk, jadi bekerja beda dari glabridin yang mencegah pembentukan melanin baru.
- Glycyrrhizin — komponen anti-inflamasi utama, sering dipakai untuk meredakan kemerahan dan iritasi.
- Licochalcone A — senyawa flavonoid dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan.
Mekanisme Kerja: Kenapa Bisa Mencerahkan?
Mekanisme utama glabridin adalah sebagai tyrosinase inhibitor. Tyrosinase adalah enzim kunci yang mengubah asam amino tirosin menjadi melanin lewat serangkaian reaksi oksidasi. Dengan menghambat enzim ini, glabridin memutus produksi melanin baru di sumbernya — mirip cara kerja arbutin atau kojic acid, tapi lewat jalur yang sedikit berbeda.
Studi pada marmot (guinea pig) menunjukkan aplikasi topikal glabridin 0,5% bisa menghambat pigmentasi akibat paparan UVB. Beberapa penelitian bahkan menyebut licorice sebagai salah satu agen pencerah paling aman dengan efek samping paling minim dibanding hydroquinone — meski perlu dicatat, perbandingan "lebih efektif dari hydroquinone" ini berasal dari studi terbatas dan konteks konsentrasi tertentu, bukan klaim universal yang berlaku di semua produk komersial.
Satu hal penting yang jarang disorot: kadar glabridin dalam ekstrak licorice komersial itu SANGAT bervariasi — ada yang cuma mengandung 4% glabridin, ada yang sampai 40%. Produk dengan ekstrak licorice "murah" biasanya kadar glabridinnya rendah, sehingga efek pencerahannya juga jauh lebih lemah dibanding yang pakai ekstrak terstandarisasi tinggi. Masalahnya, mayoritas label produk konsumen nggak mencantumkan persentase glabridin, cuma nulis "Licorice Extract" atau "Glycyrrhiza Glabra Root Extract" di ingredient list — jadi sebagai konsumen kita nggak selalu bisa tahu seberapa "kuat" ekstrak yang dipakai.
Manfaat Lain di Luar Mencerahkan
- Anti-inflamasi — licochalcone A dan glycyrrhizin membantu meredakan kemerahan, cocok untuk kulit dengan rosacea ringan atau kemerahan pasca jerawat (PIE).
- Antioksidan — glabridin juga berfungsi sebagai scavenger radikal bebas, membantu melindungi kulit dari kerusakan oksidatif akibat polusi dan sinar UV.
- Menenangkan kulit sensitif — sering dikombinasikan dengan centella atau panthenol untuk formula yang ditujukan ke kulit reaktif.
- Kontrol minyak ringan — beberapa formula mengklaim licorice membantu regulasi produksi sebum, meski bukti untuk klaim ini masih lebih tipis dibanding efek brightening-nya.
Cara Pakai yang Benar
Licorice extract termasuk kandungan yang relatif gentle dan fleksibel, jadi cara pakainya nggak serumit retinol atau AHA/BHA konsentrasi tinggi. Tapi tetap ada urutan yang bikin hasilnya lebih optimal:
- Pagi & Malam: Licorice extract umumnya aman dipakai dua kali sehari karena sifatnya yang menenangkan, bukan mengeksfoliasi. Gunakan setelah cleansing dan toner, sebelum moisturizer.
- Urutan aplikasi: Cleanser → Toner → Serum licorice (atau serum licorice+niacinamide/tranexamic acid) → Moisturizer → Sunscreen (pagi).
- Patch test dulu selama 24-48 jam di area rahang atau belakang telinga sebelum pemakaian rutin, terutama kalau kulitmu gampang breakout atau sensitif terhadap formula baru.
- Sunscreen itu wajib — karena tujuan utamanya mencerahkan dan mencegah pigmentasi baru, licorice extract percuma kalau nggak dibarengi SPF. UV exposure yang nggak terproteksi akan terus memicu produksi melanin baru, jadi usaha brightening-nya jalan di tempat.
Kombinasi yang Aman
- Licorice + Niacinamide — kombinasi paling umum dan aman, saling memperkuat efek brightening dan menenangkan kulit.
- Licorice + Vitamin C — bisa dikombinasikan, licorice membantu meredakan potensi iritasi ringan dari vitamin C turunan asam askorbat.
- Licorice + Tranexamic Acid — kombinasi populer di produk lokal untuk menangani melasma dan PIH, keduanya sama-sama minim iritasi.
- Licorice + Centella/Panthenol — cocok untuk kulit sensitif yang butuh brightening tapi nggak mau risiko iritasi.
Kombinasi yang Perlu Hati-Hati
- Licorice + AHA/BHA/Retinol konsentrasi tinggi — bukan berarti nggak boleh, tapi kalau dipakai bersamaan di waktu yang sama berpotensi meningkatkan sensitivitas kulit. Lebih aman dipisah pagi-malam atau selang-seling hari.
- Produk dengan banyak active lain sekaligus — licorice sering dikombinasikan dalam satu produk dengan kojic acid, glycolic acid, dsb (seperti beberapa produk di bawah). Kalau kamu baru mulai, mulai dari frekuensi rendah (2-3x seminggu) dulu sebelum naik ke pemakaian harian.
Rekomendasi Produk
Berikut produk lokal yang mengandung licorice extract dalam formula yang jelas dan sudah banyak dipakai pasar Indonesia:
1. Avoskin Your Skin Bae Serum Kojic Acid 1% + Glycolic Acid + Soybean + Licorice
Serum brightening dengan kombinasi Kojic Acid 1%, Glycolic Acid 0,5%, soybean ferment extract, dan Glycyrrhiza Uralensis Root Extract 0,3%. Ditujukan untuk mencerahkan kulit kusam akibat paparan sinar matahari dan menyamarkan bintik hitam. Karena ada kojic acid dan glycolic acid, cocok dipakai malam hari dan wajib sunscreen esok paginya.
2. Avoskin Your Skin Bae Serum Tranexamic Acid 3% + Glycolic Acid + Cranberry + Licorice
Varian lain dari lini Your Skin Bae, fokus ke Tranexamic Acid 3% dikombinasikan dengan cranberry extract dan licorice 0,3%. Diformulasikan untuk menyamarkan PIH dan PIE (kemerahan pasca jerawat), sekaligus menenangkan kulit yang sedikit teriritasi. Cocok untuk yang kulitnya sensitif terhadap kojic acid tapi tetap butuh efek brightening.
3. Hanasui Power BrightExpert Serum
Serum dengan Niacinamide 10%, Chromabright®, Licorice Extract, dan teknologi Fision® GlowPlex. Diformulasikan tanpa alkohol, parfum, paraben, dan SLS sehingga relatif ramah untuk kulit sensitif-kombinasi. Harganya masuk kategori sangat terjangkau untuk segmen brightening serum lokal.
4. Emina Water Bright Glow Gel
Pelembap bertekstur watery-gel dengan Niacinamide, Bisabolol, Jojoba Esters, Allantoin, dan Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract. Ditujukan untuk hidrasi ringan sambil membantu bahan aktif lain menyerap lebih baik — cocok dipakai sebagai moisturizer harian untuk kulit berminyak-kombinasi yang nggak suka tekstur berat.
5. Whitelab Niacinamide 10% Intense Brightening Serum
Meski nama produknya menonjolkan niacinamide, formula ini juga memasukkan HyaluComplex-10 dan marine collagen untuk hidrasi plus licorice-type brightening support dalam kombinasi bahan pencerahnya. Harga sangat terjangkau dan mudah ditemukan di marketplace serta e-commerce kecantikan lokal.
Perbandingan Produk
| Produk | Kandungan Utama | Fokus Manfaat | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Avoskin YSB Kojic Acid + Licorice | Kojic Acid 1%, Glycolic Acid, Licorice 0,3% | Mencerahkan & meratakan warna kulit | Kulit kusam akibat sun damage |
| Avoskin YSB Tranexamic + Licorice | Tranexamic Acid 3%, Cranberry, Licorice 0,3% | Menyamarkan PIH/PIE, menenangkan | Kulit sensitif dengan bekas jerawat |
| Hanasui Power BrightExpert Serum | Niacinamide 10%, Chromabright®, Licorice | Brightening intensif, budget friendly | Kulit kombinasi-sensitif, budget terbatas |
| Emina Water Bright Glow Gel | Niacinamide, Bisabolol, Licorice | Hidrasi ringan + support brightening | Kulit berminyak-kombinasi |
| Whitelab Niacinamide Brightening Serum | Niacinamide 10%, HyaluComplex-10, Marine Collagen | Brightening + hidrasi | Pemula, budget sangat terbatas |
FAQ
1. Apakah licorice extract aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Secara topikal (dioles ke kulit), licorice extract umumnya dianggap aman untuk ibu hamil dan menyusui karena bukan golongan retinoid atau asam keras. Tapi tetap konsultasikan ke dokter kandungan atau dokter kulit kalau ada keraguan, terutama jika produk mengandung bahan aktif lain seperti tranexamic acid dosis tinggi.
2. Berapa lama hasil brightening dari licorice extract mulai terlihat?
Umumnya butuh pemakaian konsisten 4-8 minggu untuk melihat perubahan yang terasa, karena mekanismenya mencegah pembentukan melanin baru dan mempercepat pergantian sel kulit — bukan efek instan seperti produk whitening yang mengandung bahan keras.
3. Licorice extract vs niacinamide, pilih yang mana?
Keduanya bukan kompetitor, justru saling melengkapi. Niacinamide bekerja lewat jalur yang berbeda (menghambat transfer melanosom) sementara licorice menghambat produksi melanin di sumbernya (tyrosinase). Banyak produk sengaja mengombinasikan keduanya untuk efek sinergis.
4. Apakah licorice extract bisa menggantikan hydroquinone?
Beberapa studi terbatas menyebut glabridin (komponen licorice) berpotensi sebanding atau lebih baik dari hydroquinone dalam kondisi tertentu, tapi ini bukan generalisasi untuk semua produk komersial — apalagi hydroquinone di Indonesia termasuk bahan dengan regulasi ketat dan harus pakai resep dokter untuk konsentrasi tertentu. Untuk kasus hiperpigmentasi berat atau melasma, tetap konsultasikan ke dokter kulit.
5. Kenapa persentase licorice di ingredient list sering kecil (0,3%)?
Karena glabridin itu golongan bahan aktif yang efektif di kadar rendah dan larut dalam propylene glycol/butylene glycol, bukan air — jadi dosis efektifnya memang nggak perlu setinggi niacinamide. Rentang 0,1%-0,5% dalam formulasi dianggap sudah cukup untuk memberikan efek, asal kualitas ekstraknya bagus.
Licorice extract adalah salah satu contoh kandungan "klasik yang kembali tren" — bukan hype kosong, karena mekanisme ilmiahnya memang ada dan cukup solid untuk brightening ringan-menengah plus efek menenangkan. Tapi seperti kebanyakan active ingredient lain, hasil akhirnya sangat bergantung pada kualitas ekstrak dan konsistensi pemakaian, bukan cuma nama kandungan yang tertulis di kemasan.
Tulisan ini bersifat riset & informasi umum, bukan saran medis. Konsultasikan ke dokter kulit untuk kebutuhan spesifik kulitmu.
Comments
Post a Comment