Skip to main content

Licorice Extract: Kandungan Brightening Klasik yang Lagi Naik Daun Lagi, Ini Cara Kerja dan Rekomendasinya

Kalau niacinamide dan vitamin C udah jadi "wajib ada" di rak skincare orang Indonesia, sekarang giliran satu kandungan lama yang lagi naik daun lagi: licorice extract (ekstrak akar manis, Glycyrrhiza glabra ). Bukan kandungan baru sebenarnya — licorice udah dipakai di skincare Korea dan Jepang puluhan tahun — tapi belakangan makin banyak brand lokal yang pasang bahan ini di depan kemasan, dari serum brightening sampai face wash harian. Yang bikin licorice menarik dibahas: dia sering muncul sebagai "pemain pendukung" di belakang niacinamide, kojic acid, atau tranexamic acid, padahal justru senyawa aktif di dalamnya — glabridin — punya mekanisme pencerahan yang di beberapa studi disebut setara bahkan lebih baik dari hydroquinone, si gold standard pencerah kulit yang kontroversial itu. Soal klaim ini kita bedah pelan-pelan di bawah, karena seperti biasa, devil is in the details (baca: konsentrasi dan kualitas ekstrak). Artikel ini bakal fokus ke SATU pertanyaan: ...

Tranexamic Acid: Kandungan Brightening yang Lagi Naik Daun untuk Melasma dan Bekas Jerawat, Ini Cara Kerja dan Rekomendasinya

Kalau kamu udah pakai niacinamide atau vitamin C berbulan-bulan tapi flek bekas jerawat dan melasma masih betah nongkrong di wajah, mungkin saatnya kenalan sama tranexamic acid — kandungan yang belakangan makin sering muncul sendirian (bukan cuma jadi partner niacinamide) di serum-serum brand lokal seperti Avoskin, Skintific, sampai brand luar seperti The INKEY List.

Bedanya dengan alpha arbutin atau vitamin C yang kerja di "hilir" (menghambat enzim pembentuk melanin), tranexamic acid ini kerjanya lebih ke "hulu" — dia meredam sinyal yang bikin melanosit (sel penghasil pigmen) jadi over-aktif duluan. Makanya banyak yang bilang TXA (singkatan tranexamic acid) ini "lebih npour ke akar masalah" pigmentasi, terutama untuk melasma yang sering dipicu peradangan dan paparan sinar matahari berulang.

Artikel ini bakal bahas tuntas gimana tranexamic acid bekerja secara ilmiah, cara pakai yang aman biar nggak sia-sia, sampai rekomendasi produk lokal yang gampang dicari di Shopee/Tokopedia. Semua berbasis riset kandungan, bukan testimoni pribadi — jadi kamu bisa nilai sendiri cocok atau nggak buat kulitmu.

Apa itu Tranexamic Acid?

Tranexamic acid (asam traneksamat) awalnya adalah obat medis yang dipakai untuk menghentikan pendarahan berlebihan (misalnya saat operasi atau menstruasi berat) karena sifatnya sebagai antifibrinolitik — menghambat pemecahan gumpalan darah. Tapi di tahun 1979, dokter di Jepang menemukan efek samping menarik: pasien yang minum tranexamic acid untuk urtikaria kroniknya jadi flek hitamnya memudar. Dari situlah riset soal TXA sebagai agen skin brightening dan anti-melasma mulai berkembang, dan sekarang dipakai dalam bentuk oral, suntik (mesotherapy), sampai topikal (skincare).

Secara mekanisme, kulit kita memproduksi melanin lewat jalur yang dipicu oleh plasminogen activator (PA) — enzim yang aktif ketika ada paparan sinar UV atau peradangan (misalnya bekas jerawat meradang). PA ini merangsang keratinosit untuk melepas sinyal yang bikin melanosit memproduksi melanin berlebih. Tranexamic acid bekerja dengan cara menghambat konversi plasminogen menjadi plasmin, sehingga rantai sinyal ini terputus lebih awal, sebelum melanin sempat diproduksi berlebihan.

Ini yang membedakan TXA dari kandungan brightening lain:

  • Vitamin C — antioksidan, menghambat enzim tirosinase (pembentuk melanin) dan menetralkan radikal bebas.
  • Alpha arbutin — juga menghambat tirosinase, lebih stabil dan lebih lembut dari hydroquinone.
  • Niacinamide — menghambat transfer melanosom (paket melanin) dari melanosit ke sel kulit permukaan.
  • Tranexamic acid — memutus sinyal di jalur plasminogen-plasmin yang jadi "pemicu awal" produksi melanin akibat UV dan inflamasi.

Karena jalur kerjanya beda, TXA sering dikombinasikan dengan niacinamide atau vitamin C untuk efek "menyerang dari banyak arah" — bukan saling menggantikan. Riset dermatologi (termasuk studi yang dipublikasikan di jurnal seperti Journal of Cosmetic Dermatology) menunjukkan tranexamic acid topikal dengan konsentrasi 2-5% cukup efektif menurunkan skor MASI (Melasma Area and Severity Index) dalam pemakaian 8-12 minggu, meski hasilnya umumnya lebih lambat dan lebih ringan dibanding TXA oral.

Penting dicatat: TXA topikal punya penetrasi kulit yang terbatas karena sifatnya larut air dan molekulnya relatif polar, jadi efeknya cenderung lebih ke pencegahan pigmentasi baru dan pencerahan bertahap, bukan "menghapus" flek lama dalam semalam. Untuk melasma yang stubborn, biasanya butuh kombinasi dengan sunscreen ketat dan mungkin evaluasi dokter kulit (termasuk opsi TXA oral dengan resep, yang mekanismenya sama tapi konsentrasi sistemiknya jauh lebih tinggi).

Cara Pakai yang Benar

Supaya hasil maksimal dan nggak buang-buang produk, ikuti urutan berikut:

  • Step di routine: Setelah cleansing dan toner, sebelum moisturizer. Kalau bentuknya serum, aplikasikan di step serum biasa (pagi dan/atau malam sesuai instruksi produk).
  • Konsentrasi untuk pemula: Mulai dari 2-3% tranexamic acid. Konsentrasi di atas 5% umumnya dipakai dalam produk yang diformulasikan khusus untuk melasma berat dan sebaiknya di bawah pengawasan dokter kulit.
  • Frekuensi: Bisa dipakai 2x sehari (pagi-malam) untuk sebagian besar produk topikal, karena TXA relatif tidak fotosensitif seperti retinol. Tapi selalu cek instruksi kemasan masing-masing produk.
  • WAJIB pakai sunscreen: Ini poin paling krusial. Melasma dan PIH itu dipicu dan diperparah oleh sinar UV — kalau kamu pakai TXA tapi nggak pakai sunscreen SPF 30-50 tiap pagi dan reapply tiap 2-3 jam saat outdoor, hasilnya bakal jauh lebih lambat atau bahkan sia-sia.
  • Konsistensi jangka panjang: Efek pencerahan dari TXA topikal biasanya baru mulai terlihat setelah 4-8 minggu pemakaian rutin, dan hasil optimal di 12 minggu ke atas. Ini bukan produk untuk hasil instan.

Kombinasi Aman

  • Tranexamic acid + Niacinamide — kombinasi paling populer dan aman, saling melengkapi jalur kerja untuk brightening.
  • Tranexamic acid + Vitamin C — aman dan justru sinergis untuk melasma, meski sebaiknya cek pH masing-masing produk agar tidak saling menetralkan.
  • Tranexamic acid + Sunscreen — wajib, bukan opsional.
  • Tranexamic acid + Centella/Ceramide — aman, bagus untuk kulit sensitif yang butuh menenangkan barrier sambil mencerahkan.

Kombinasi yang Perlu Hati-hati

  • Tranexamic acid + Retinol/AHA-BHA konsentrasi tinggi — bukan berbahaya secara kimia, tapi kombinasi ini bisa meningkatkan risiko iritasi terutama untuk kulit sensitif. Kalau mau dipakai bareng, coba di waktu terpisah (misal TXA pagi, retinol malam) atau selang-seling hari.
  • TXA oral tanpa resep dokter — meski beberapa orang membeli TXA oral secara mandiri untuk melasma, ini sebaiknya selalu dikonsultasikan dulu karena ada kontraindikasi (misalnya riwayat gangguan pembekuan darah, sedang hamil, atau konsumsi obat pengencer darah).

Rekomendasi Produk

1. Avoskin Your Skin Bae Tranexamic Acid 3% + Glycolic Acid + Cranberry + Licorice Serum

Serum lokal dengan kombinasi tranexamic acid 3%, glycolic acid untuk eksfoliasi ringan, dan licorice extract yang juga punya sifat brightening. Cocok untuk yang punya PIH (post-inflammatory hyperpigmentation) bekas jerawat dan ingin tekstur kulit lebih halus sekaligus.

Beli di: Shopee | Tokopedia

2. Skintific 3% Tranexamic Acid Advanced Bright Serum

Salah satu serum TXA paling laris di marketplace lokal, dengan konsentrasi 3% yang pas untuk pemula sampai menengah. Formulanya ringan, cepat menyerap, biasa dipakai untuk menyamarkan bekas jerawat dan kulit kusam.

Beli di: Shopee | Tokopedia

3. Somethinc Level Up Niacinamide + Tranexamic Acid Serum

Menggabungkan niacinamide dan tranexamic acid dalam satu formula untuk pendekatan "dua jalur sekaligus" — cocok buat yang mau brightening menyeluruh tanpa perlu layering banyak produk.

Beli di: Shopee | Tokopedia

4. The INKEY List Tranexamic Acid Serum

Serum overnight dengan 2% tranexamic acid dikombinasikan acai berry extract dan vitamin C derivative. Diformulasikan untuk dipakai sebagai step terakhir malam hari, cocok untuk yang ingin fokus di perawatan malam tanpa banyak layering pagi.

Beli di: Shopee | Tokopedia

5. Dr. Erna Anti Aging Intensive Night Cream (Lactic Acid + Tranexamic Acid + Alpha Arbutin)

Krim malam yang menggabungkan lactic acid (AHA) untuk eksfoliasi lembut, tranexamic acid untuk brightening, dan alpha arbutin untuk menghambat produksi melanin lebih lanjut — cocok untuk yang ingin regimen anti-aging sekaligus mencerahkan dalam satu produk.

Beli di: Shopee | Tokopedia

Perbandingan Produk

Produk Konsentrasi TXA Kandungan Pendukung Cocok Untuk Kisaran Harga
Avoskin YSB Tranexamic Acid 3% Glycolic Acid, Cranberry, Licorice PIH bekas jerawat + tekstur kasar Rp120.000 - 155.000
Skintific 3% Tranexamic Acid 3% Formula ringan single-active Pemula, budget terbatas Rp115.000 - 170.000
Somethinc Niacinamide + TXA ~3% Niacinamide Brightening menyeluruh, simple routine Rp90.000 - 130.000
The INKEY List TXA Serum 2% Acai Berry, Vitamin C derivative Perawatan malam, kulit lebih sensitif Rp250.000 - 300.000 (impor)
Dr. Erna Night Cream 1% Lactic Acid 8%, Alpha Arbutin Anti-aging + brightening kombinasi Rp100.000 - 115.000

Yang Perlu Diketahui Sebelum Beli

Karena tranexamic acid topikal masih tergolong kandungan yang relatif baru populer di pasar skincare Indonesia (dibanding niacinamide atau vitamin C yang sudah lama jadi andalan), belum semua brand mencantumkan persentase konsentrasi TXA secara jelas di kemasan. Kalau kamu serius mengejar hasil untuk melasma atau PIH yang cukup mengganggu, cek dulu INCI list produk dan pastikan tranexamic acid berada di urutan yang cukup awal (semakin awal posisinya dalam daftar bahan, umumnya semakin tinggi konsentrasinya dalam formula).

Selain itu, karena mekanisme kerja TXA berbeda dari kandungan brightening lain, jangan berekspektasi hasilnya secepat efek "glowing instan" yang biasa diklaim produk pencerah kulit ari (exfoliating). TXA bekerja di level sinyal seluler yang butuh waktu untuk terlihat efeknya di permukaan kulit. Kesabaran dan foto dokumentasi rutin (misalnya tiap 2 minggu di pencahayaan yang sama) akan membantumu menilai progres secara lebih objektif dibanding hanya mengandalkan feeling harian.

Satu hal lagi yang jarang dibahas: tranexamic acid topikal cenderung lebih cocok untuk pigmentasi yang dipicu peradangan (seperti PIH bekas jerawat) dan melasma ringan-sedang. Untuk melasma yang sudah cukup dalam dan lama (kadang disebut melasma dermal), hasil dari produk over-the-counter mungkin terbatas, dan kombinasi dengan prosedur klinis seperti chemical peeling atau laser di bawah pengawasan dokter kulit bisa jadi pertimbangan tambahan.

FAQ

Apakah tranexamic acid aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Untuk penggunaan topikal, data keamanannya masih terbatas. Sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan atau dokter kulit sebelum memakai produk berbahan aktif ini saat hamil atau menyusui, terutama untuk TXA oral yang jelas tidak dianjurkan tanpa resep.

Berapa lama hasil tranexamic acid topikal terlihat?

Umumnya butuh 4-8 minggu untuk mulai terlihat perubahan, dan 12 minggu ke atas untuk hasil yang lebih signifikan. Ini kandungan yang butuh kesabaran dan konsistensi, bukan solusi instan.

Apakah tranexamic acid bisa menggantikan sunscreen?

Tidak sama sekali. Tranexamic acid membantu mengurangi produksi melanin berlebih, tapi kalau kulit terus terpapar UV tanpa proteksi, prosesnya akan terus dipicu ulang. Sunscreen tetap wajib, bahkan jadi kunci utama keberhasilan treatment pigmentasi apapun.

Apa bedanya tranexamic acid topikal dengan yang oral/suntik?

TXA topikal bekerja lokal di kulit dengan penetrasi terbatas, jadi efeknya lebih ringan dan butuh waktu lebih lama. TXA oral atau suntik (mesotherapy) bekerja secara sistemik dengan dosis yang jauh lebih terkontrol secara medis, biasanya diresepkan dokter untuk kasus melasma yang lebih berat, dan punya risiko efek samping yang perlu dipantau (misalnya terkait pembekuan darah).

Boleh nggak pakai tranexamic acid bareng retinol dalam satu routine?

Boleh, tapi untuk kulit sensitif sebaiknya dipisah waktu pemakaiannya (misalnya TXA pagi, retinol malam) untuk meminimalkan risiko iritasi kumulatif.

Apakah tranexamic acid bisa menghilangkan melasma total?

Melasma cenderung kronis dan bisa kambuh, terutama akibat paparan matahari, hormon, atau genetik. Tranexamic acid membantu mengontrol dan mencerahkan, tapi bukan solusi permanen "sekali pakai selesai" — perawatan konsisten jangka panjang dan proteksi sinar matahari tetap jadi kunci.

Tranexamic acid adalah salah satu kandungan brightening dengan pendekatan mekanisme yang unik dibanding niacinamide atau vitamin C — dia menyerang di titik pemicu awal produksi melanin, bukan cuma menghambat hasil akhirnya. Ini menjadikannya pilihan menarik terutama untuk melasma dan PIH yang stubborn, asal dipakai konsisten dan dibarengi sunscreen yang disiplin.

Tulisan ini bersifat riset & informasi umum, bukan saran medis. Konsultasikan ke dokter kulit untuk kebutuhan spesifik kulitmu.

Comments

Popular posts from this blog

Azelaic Acid: Kandungan Skincare yang Lagi Naik Daun untuk Jerawat, Kemerahan, dan Bekas Jerawat

Kalau kamu sering scroll TikTok atau Shopee Live seputar skincare, mungkin kamu udah nggak asing lagi sama niacinamide, salicylic acid, atau retinol. Tapi ada satu kandungan yang belakangan makin sering muncul di rak skincare lokal maupun luar, meski namanya masih kalah populer: azelaic acid. Kandungan ini bahkan sering "disamarkan" dengan nama turunannya seperti Potassium Azeloyl Diglycinate atau Azeclair di beberapa produk lokal, jadi banyak yang sebenarnya sudah pakai tanpa sadar. Azelaic acid ini menarik karena klaimnya lumayan "serba bisa" — bisa membantu jerawat, bisa mencerahkan bekas jerawat (PIH), bisa meredakan kemerahan, bahkan dipakai di dunia medis untuk rosacea. Buat kamu yang kulitnya sensitif dan sering "nggak cocok" sama BHA atau retinol karena perih dan mengelupas, azelaic acid sering direkomendasikan sebagai alternatif yang lebih ramah. Tapi seberapa jauh klaim ini didukung riset, dan gimana cara pakainya yang benar supaya nggak salah ...

Retinol untuk Pemula: Kandungan Anti-Aging Lagi Ngetren di Skincare Lokal, Ini Cara Pakai yang Benar Biar Nggak Purging Parah

Kalau kamu scroll TikTok atau Instagram beauty content creator Indonesia belakangan ini, pasti sering lihat kata "retinol" muncul terus. Mulai dari klaim bisa menyamarkan garis halus, mengecilkan pori, sampai bikin kulit lebih kenyal dan glowing. Nggak heran, brand lokal seperti Somethinc, Skintific, Avoskin, sampai Wardah berlomba-lomba merilis serum retinol dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding produk luar negeri. Tapi di balik hype-nya, retinol termasuk kandungan aktif yang paling sering salah dipakai. Banyak pemula yang kulitnya jadi merah, perih, mengelupas parah, bahkan "purging" berkepanjangan karena terlalu semangat pakai retinol setiap malam sejak hari pertama. Padahal kalau dipakai dengan cara yang benar, retinol justru salah satu kandungan paling well-researched di dunia skincare dengan bukti klinis paling kuat untuk anti-aging. Di artikel ini kita bakal bahas tuntas: apa sebenarnya retinol itu, gimana cara kerjanya di kulit, cara pakai ya...

Ceramide untuk Skin Barrier Rusak: Kandungan yang Lagi Dicari Kulit Kering dan Sensitif

Kalau belakangan ini kamu sering lihat kata "ceramide" nempel di kemasan moisturizer, serum, bahkan sabun cuci muka — itu bukan kebetulan. Ceramide lagi jadi salah satu kandungan yang paling banyak dicari orang Indonesia yang berjuang sama skin barrier rusak, kulit kering mengelupas, atau iritasi gara-gara over-exfoliating. Brand lokal kayak Skintific, Somethinc, sampai The Originote pun ramai-ramai keluarin varian "barrier repair" berbasis ceramide. Bedanya sama kandungan aktif lain kayak niacinamide atau salicylic acid, ceramide ini kerjanya bukan "menyerang" masalah kulit, tapi lebih ke "membangun ulang" struktur kulit dari dalam. Makanya banyak dermatolog nyaranin ceramide sebagai kandungan wajib buat siapa aja yang kulitnya lagi sensitif, kering, atau baru selesai treatment agresif kayak retinol, chemical peeling, atau laser. Di artikel ini kita bakal bahas tuntas: apa sebenarnya ceramide, gimana cara kerjanya secara ilmiah, cara pakai y...